Anak Indonesia Masuk Tiga Besar Nominasi The International Children’s Peace Prize 2017

Faye Hasian Simanjuntak, 15 tahun, terpilih sebagai salah satu tiga besar nominasi untuk The International Children’s Peace Prize 2017, dari 169 nominasi dari 55 negara. Faye Hasian dinominasikan oleh UNICEF Indonesia atas kontribusinya memperjuangkan perlindungan terhadap perempuan, khususnya anak, dalam melawan perdagangan perempuan dan eksploitasi seksual. Di usia 11 tahun, Faye Hasian telah mendirikan Rumah Faye, yayasan nirlaba yang bergerak di bidang penanganan perdagangan anak.

Selain Faye Hasian, terdapat 2 kandidat lainnya, yaitu Mohamad Al Jounde (16 tahun) dari Suriah, dan Tymon Radzik (16 tahun) dari Polandia. Sebelumnya ketiga kandidat telah diumumkan oleh Desmond Tutu, Nobel Laureate 1984, pada tanggal 15 November 2017.

Masuknya Faye Hasian Simanjuntak dalam tiga besar nominasi, merupakan prestasi anak bangsa Indonesia yang luar biasa. The International Children’s Peace Prize 2017 dimenangkan oleh Mohamad Al Jounde, pengungsi asal Suriah di Libanon, atas kontribusinya memberikan kesempatan pendidikan melalui sekolah yang didirikannya bagi-bagi anak-anak pengungsi di Libanon. Pemenang akan mendapatkan dana proyek sebesar €100,000, dan patung “the Nkosi” yang akan diberikan langsung oleh salah satu dari Nobel Laureates. Untuk tahun 2017, penghargaan “the Nkosi” akan diberikan langsung oleh Malala Yousafzai, Nobel Laureate 2014.

Award Ceremony of the International Children’s Peace Prize diselenggarakan di Ridderzaal/Hall of Knights, Binnenhof 11, Den Haag. Penghargaan ini diberikan tiap tahunnya kepada anak luar biasa yang tindakannya membuat perbedaan dalam memperbaiki hak anak di dunia. Tercatat Malala Yousafzai pernah menerima penghargaan International Children’s Peace Prize di tahun 2013.

sexofogo.com

Follow Us