Pagelaran Gebyar Budaya 2016

Dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia di Belanda, sekaligus menunjukkan bahwa pluralisme adalah dasar berdiri dan sebagai kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, KBRI Den Haag telah menyelenggarakan pagelaran Gebyar Budaya pada tanggal 26 Desember 2016 yang bertempat di gedung Event Plaza, Rijswijk, Belanda. 

Gebyar Budaya ini dihadiri sekitar 1.000 pengunjung dari masyarakat Indonesia di Belanda, kalangan diplomatik, media massa lokal dan Indonesia, dan masyarakat Belanda. Kegiatan  ini di satu sisi menampilkan tarian dan musik Indonesia yang bersifat tradisional, dan di sisi lain juga menampilkan sisi Indonesia yang modern dari berbagai penampil Indonesia di Belanda maupun warga Belanda keturunan Indonesia. 

Tarian-tarian yang disajikan antara Tari Topeng Sidakarya, Tari Topeng Penasar, Tari Puspa Mekar, Tari Roro Jonggrang, Tari Payung, dan Tari Kompang. Sementara musik yang ditampilkan mulai dari musik tradisional asal Maluku, kerocong, dangdut, jazz, rock, dan disko. 

Sebagai bentuk apresiasi secara khusus dari Duta Besar RI untuk Negeri Belanda untuk para undangan,  Duta Besar I Gusti Agung Wesaka Puja mempersembahkan sebuah tari Bali bernama Tari Topeng Sidakarya dan Tari Topeng Penasar.

Selain tari dan musik, Gebyar Budaya juga menyajikan makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, nasi kuning, dan gudeg. Kami juga menyajikan makanan-makanan kecil khas jajanan pasar seperti tahu isi, martabak asin, kue pancong, dan risoles.

Dalam kata sambutannya, Duta Besar RI menyampaikan bahwa pagelaran Gebyar Budaya ini bertujuan untuk mengobarkan kembali semangat kebangsaan masyarakat Indonesia, merayakan kebanggaan terhadap budaya dan potensi rakyat Indonesia, sekaligus memberikan apresiasi atas dukungan masyarakat Indonesia dan friends of Indonesia di Belanda selama tahun 2016. Gebyar Budaya ini dilakukan juga dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia di Belanda, sekaligus menunjukkan bahwa pluralisme adalah dasar berdiri dan sebagai kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Undangan memberikan apresiasi yang sangat baik pada acara Gebyar Budaya. Partisipasi mereka terlihat jelas sepanjang pertunjukan dimana banyak pengunjung yang berdansa dan menari mengikuti pertunjukan tarian dan musik yang disajikan di panggung, baik oleh masyarakat Indonesia sendiri maupun masyarakat Belanda yang hadir.

sexofogo.com

Follow Us