Kunjungan Gubernur Maluku pada Pasar Festival Djempol di Geleen

Gubernur Maluku, Said Assagaf, menghadiri Pasar Festival Djempol di Geleen pada tanggal 5 Mei 2017. Acara ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian kunjungannya di Belanda,  beserta delegasi dari Pemerintah Provinsi Maluku. Sehari sebelumnya, Bapak Assagaf telah memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Indonesia di Universitas Leiden dengan tema “Peran Pemerintah Daerah Maluku Dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama”. 

Acara yang bertajuk “Pesta Maluku” dibuka dengan tarian penyambutan oleh Sanggar Tari Polawano yang terdiri dari putra-putri Maluku yang tinggal di Belanda. Lagu-lagu daerah Maluku pun juga dipersembahkan dalam acara tersebut. Dalam kesempatan ini, Bapak Said Assagaf menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi yang sangat besar terhadap panitia penyelenggara yang mengangkat kebudayaan Maluku di Belanda. Disampaikan bahwa Maluku saat ini telah menjadi salah satu daerah yang memiliki indeks kerukunan antar umat beragama tertinggi atau terbaik di Indonesia.

Sehubungan dengan peringatan 200 tahun Pahlawan Nasional Thomas Matulessy, atau lebih terkenal dengan nama Pattimura, tanggal 15 Mei mendatang, Gubernur menyampaikan bahwa Saparua sudah dijadikan salah satu destinasi wisata budaya dan situs sejarah andalan Maluku sejak dua tahun belakangan.

Bapak Said Assegaf juga sempat menunjukkan keahliannya bernyanyi saat menyanyikan 2 lagu tradisional Maluku di atas panggung.

Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Gusti Agung Wesaka Puja, beserta istri, juga hadir dalam acara tersebut. Ini merupakan kali pertama Indonesia berpartisipasi dalam acara Pasar Festival Djempol. Beliau memberikan pesan terhadap masyarakat Maluku di Belanda seperti yang dikutip dalam sambutannya: “Bagi kami, masyarakat Maluku ibarat ambulans tanpa sirinenya, artinya kita sangatlah dekat. Semoga masyarakat Maluku di Belanda makin rukun dan dapat memberikan kontribusinya dalam membangun  dan menyejahterakan Maluku. Sehingga, daerah Maluku dapat berkembang pesat seperti daerah lain di Indonesia”

Setelah pertunjukan acara tarian dan lagu tradisional Maluku, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama yang menyajikan masakan khas Indonesia. 

 

sexofogo.com

Follow Us