GEBYAR BUDAYA INDONESIA 2017

Duta Besar tampil spontan, diiringi seorang penari 

Lagu We Are Family, yang dipopulerkan oleh kelompok Sister Sledge dari Amerika Serikat pada tahun 1979, terdengar berdentum-dentum di Event Plaza di Rijswijk, Belanda, Selasa sore, 26 Desember 2017. Puluhan orang --pria, wanita, remaja dan bahkan anak-anak--  tampak bergoyang mengikuti irama musik bernuansa soul-disco itu. Sementara itu, penyanyi di atas panggung terus mengajak orang-orang yang memadati gedung untuk ikut bernyanyi dan bergoyang. “Kita semua di sini adalah saudara. Mari kita menyanyi bersama,” ajaknya dalam bahasa Inggris. “We are family, I  got all my sisters with me,” dia menyanyi, diikuti para penonton. Musikpun kembali berdentum, mengiringi keriaan suasana sore itu. 

Pelantun lagu We Are Family di panggung itu adalah Justine Pelmelay. Ia adalah penyanyi Belanda, yang lahir dari seorang ibu asal Jawa dan ayah dari Ambon. Justine pernah mewakili Belanda dalam Eurovision Song Festival pada 1989, dan pernah menelurkan sejumlah lagu populer di Negeri Kincir Angin ini. Penampilan perempuan kelahiran Leiden, 24 September 1958, di Event Plaza itu merupakan puncak acara Gebyar Budaya Indonesia 2017, yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag. 

Acara ini digelar usai Perayaan Natal Bersama Masyarakat Indonesia di Belanda, dan dilaksanakan dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia di Belanda. Selain itu juga untuk menunjukkan, bahwa pluralisme adalah dasar berdiri dan sebagai kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lebih dari 1.500 orang hadir pada acara ini, terdiri atas masyarakat Indonesia di Belanda, kalangan diplomatik, media lokal dan masyarakat Belanda. 

Gebyar Budaya Indonesia 2017 dimeriahkan dengan penampilan kelompok-kelompok seni dan para penyanyi Indonesia di Belanda, seperti kelompok Peduli Seni Indonesia, Nightbreakers band, Asti Dewi dan Potatoon band, yang beranggotakan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda. Selain itu, Gebyar Budaya Indonesia 2017 juga menampilkan finalis Indonesian Idols, Harry Mantong, dan pemusik dari Indonesia,Tesla Manaf, serta --tentu saja-- penyanyi Belanda, Justin Pelmelay.

Pukul 15.00, acara dibuka dengan penyalaan lilin perdamaian oleh wakil-wakil dari lima agama yang diakui di Indonesia –Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha. Setelah itu, penonton dihibur dengan penampilan tari-tarian dan musik berbagai warna, seperti pop, keroncong, dangdut, disco, rock dan jazz. Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, turut memeriahkan acara dengan menyanyikan beberapa lagu, seperti Can’t Help Falling In Love dan It’s Now or Never dari sang legenda, Elvis Presley. 

Dubes Puja tidak menyanyi di panggung, melainkan di lantai dansa, diiringi Nightbreakers band. Ketika membawakan Can’t Help Falling In Love, seorang penari turut tampil dan menari melenggak-lenggok, melatarbelakangi penampilan Dubes Puja. Penonton bersorak gembira dan bertepuk tangan menyaksikan pertunjukan spontan tersebut. Usai mengiringi Dubes Puja, Nightbreakers membawakan sejumlah lagu dan mengajak para hadirin menari poco-poco bersama, menambah suasana makin meriah.

Selain hiburan musik dan tari, para pengunjung juga dapat menikmati hidangan khas Indonesia, yang terdiri atas makanan kecil seperti pastel dan lumpia, serta makanan utama seperti lontong, rawon, rendang dan gado-gado. Pada acara Gebyar Budaya Indonesia 2017, KBRI Den Haag juga membagikan flyer Bali Safe kepada para pengunjung, sehubungan dengan kondisi Gunung Agung di Bali beberapa waktu belakangan.

 

sexofogo.com

Follow Us