Tiga Pembalap Indonesia Berlaga di Supersport300, sirkuit TT Assen Belanda

Panas terik nan menyengat ditambah suhu lintasan yang mencapai 34 derajat tak menyurutkan tekad dan semangat  3 pembalap muda Indonesia untuk berlaga, membela panji merah putih di Kejuaraan Dunia Supersport 300 yang dihelat di sirkuit TT Assen Belanda, Minggu, 22 April 2019.

Dalam Kejuaraan kali ini Indonesia  diwakili oleh pembalap-pembalap muda berbakat yang tergabung dalam 3 tim yang berbeda.  Galang Hendra Pratama dari Tim Biblion Yamaha Motoxracing,  Ali Adriansyah Rusmiputro dari tim  Pertamina Almeria BCD By MS Racing dan Imanuel Putra Pratna dari tim Terra E Moto.

Sayang sekali, Galang Hendra Pratama yang memulai balapan dari posisi 13 terjatuh pada tikungan 5 pada lap ke-3. Pembalap Indonesia yang pernah mencatatkan sejarah dengan meraih podium 1 pada balapan kejuaraan ini di Jerez, Spanyol tahun lalu, harus keluar lebih cepat  dari kejuaraan ini.

Perjuangan menegakkan panji merah putih kemudian diteruskan oleh Ali Adrian Rusmiputro. Pembalap muda kelahiran Jakarta tahun 1993 yang memiliki pengalaman balap terbanyak di Eropa dan mendapat julukan ‘”The Next Rossi” dari media di Eropa ini langsung melesat ke posisi 20 pada lap pertama, menyalip 6 pembalap lain dari posisi start semula, grid 26. Kehadiran dan dukungan Duta Besar RI Untuk Kerajaan Belanda, I Gusti A Wesaka Puja secara langsung di grid start-nya, menambah daya juang untuk terus melaju. Memangkas jarak dengan pembalap didepannya.

Pada lap-lap selanjutnya, Ali Adrian yang menggunakan nomer 12 ini terus berusaha menembus barisan awal. Tekad yang membaja, disertai keberaniannya yang luar biasa, membuat posisinya terus meningkat. Pada lap ke-7 Ali Andrian sudah bersaing pada posisi 18, kemudian naik ke 17 pada lap 8, naik lagi ke posisi 16 pada lap 9, dan bertarung pada posisi ke 15 pada lap ke-10.

Sayang sekali, pada lap ke-11, Ali Adrian kembali ke posisi 16 karena harus mengerem sekuat tenaga demi menghindari pembalap yang jatuh persis di depannya.

Pada lap terakhir, pembalap muda yang pernah meraih juara 3 Nasional pada kelas 250cc ini mengerahkan  seluruh kemampuan. Motornya yang pada kejuaraan kali ini menembus kecepatan top speed 188,8 kpj dipaksa berlari sekencang mungkin. Hingga akhirnya Ali Adrian dapat menyentuh garis akhir pada posisi ke 13. Mengumpulkan 3 point dan bertengger di posisi 18 pada klasemen sementara.

Perjuangan Ali Adrian dalam kejuaraan kali ini tidaklah mudah. Yamaha YZF R-3 tunggangannya sempat mengalami masalah kopling hanya sehari menjelang balapan. Masalah yang mendera tersebut akhirnya diatasi oleh tim mekanik dengan hanya memasang 5 tingkat percepatan saja. Beda satu tingkat dari motor lainnya yang rata-rata menggunakan setelan 6 tingkat percepatan.

Setelan ini terbukti manjur. Yamaha YZR R-3 berkapasitas 300cc tunggangan Ali Andrian mampu bersaing dengan KTM RC 390 R dan Kawasaki Ninja 400 yang masing-masing menggunakan kubikasi yang lebih jauh lebih besar, 390cc dan 400cc.

Kemampuan Ali Adrian untuk bersaing pada kejuaraan ini sampai mengundang kecurigaan pihak lawan, hingga timnya pun harus merelakan motornya dibongkar oleh panitia beberapa saat seusai lomba.

Sementara itu, Imanuel Putra Pratna yang membela tim Terra E Moto. Tak kalah luar biasa. Pembalap muda kelahiran tahun 1996 juga menggeber Yamaha YZF R-3-nya hingga mencapai kecepatan puncak 183,1 kpj.

Memulai balapan pada posisi 30, Imanuel yang menggunakan nomer 96 berhasil mengembangkan kecepatan sehingga posisinya terus meningkat hampir pada setiap lap. Setelah sempat tertahan pada posisi 22 pada lap ke-9, 10, dan 11. Imanuel Putra Pratna berhasil memperbaiki 3 posisi pada lap terakhir dan menyelesaikan lomba pada posisi ke-19.

Seri yang dihelat di sirkuit TT Assen ini adalah seri kedua dari 11 seri yang akan digelar di beberapa negara Eropa. Seri Berikutnya akan digelar di sirkuit Imola Italia pada 11-13 Mei 2018. Dan keseluruhan seri akan berakhir di Sirkuit Magny-Cours Perancis pada 30 September 2018.

sexofogo.com