Kantata Natal Masyarakat Indonesia di Belanda

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag bekerjasama dengan Badan Kerjasama Umat Kristiani Indonesia di Nederland (BK-UKIN) menyelenggarakan Perayaan Natal Bersama Masyarakat Indonesia di Belanda pada 26 Desember 2017. Bertempat di Ruang Davis Cup, Event Plaza di Rijswijk, perayaan Natal kali ini mengangkat tema “Kelahiran Kristus Membawa Damai Sejahtera Bagi Setiap Orang Yang Percaya Dan Mempermuliakan Nama-Nya” (Lukas 2:1-14).

Sekitar 400 warga Kristen Indonesia dari berbagai kota di Belanda menghadiri ibadah dalam bentuk Kantata Natal dari pukul 12.00 – 15.00 tersebut. Selain umat Kristiani Indonesia di Belanda, perayaan Natal bersama ini juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, beserta istri, juga tokoh-tokoh lima agama yang diakui di Indonesia –Islam, Kristen, Katholik, Budha dan Hindu.  

Ibadah Natal siang itu dilayani oleh enam pendeta dan dua pastor dari berbagai persekutuan Gereja  Kristen di Belanda. Sementara itu, sejumlah kelompok seni, paduan suara dan vocal  group turut mendukung jalannya ibadah, dengan menampilkan tari dan lagu. Khotbah dan pesan-pesan Natal disampaikan oleh Pendeta Alex  D. Papay Sarnieum.

Dalam khotbahnya Pendeta Alex Papay menyampaikan, bahwa kekristenan bukanlah sekadar sebuah agama. Lebih dari itu, kekristenan merupakan hubungan antara Allah dengan manusia. “Ketika kita memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, maka kita mengalami sentuhan surga yang akan tinggal dalam hati dan kehidupan kita,” katanya. “Bentuk nyata dari sentuhan surga itu adalah damai sejahtera dan kebenaran,” ia menambahkan.

Sebelum mengakhiri khotbahnya, Pendeta Papay berpesan kepada para jemaat agar hati mereka selalu dipenuhi dengan damai, kebahagiaan, kasih, pengampunan dan penghargaan kepada sesama. Selain itu, Pendeta Papay juga meminta agar jemaat selalu melakukan dan menyimpan firman Tuhan dalam hati. “Pada waktunya, firman itu akan muncul seperti fajar dalam kehidupan kita, karena firman Tuhan adalah kebenaran.”

Usai khotbah, acara dilanjutkan dengan penyalaan tujuh lilin Natal, yang dilakukan oleh Duta Besar, tokoh-tokoh agama dan wakil dari KBRI Den Haag serta BK-UKIN. Setelah ketujuh lilin menyala, lagu Malam Kudus dikumandangkan, diikuti oleh seluruh jemaat. Kebaktian Natal ditutup dengan paduan suara oleh Keluarga Katholik Indonesia Utrecht, dilanjutkan dengan persembahan lagu dari para staf KBRI Den Haag.

Perayaan Natal bersama juga digelar khusus untuk anak-anak dibawah usia 12 tahun. Acara dilangsungkan secara terpisah saat ibadah Natal berlangsung.
 

sexofogo.com

Follow Us